12/21/2015

Pengelolaan karst, semuanya dimulai dari pendataan



Bentang alam karst tak habis-habisnya menyita perhatian banyak pihak karena potensi dan keunikannya. Indonesia yang memiliki bentang karst yang luas dan tersebar di setiap penjuru negeri dihadapkan pada tantangan untuk mengelola potensi tersebut agar memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kelangsungan hidup bangsa. Karst dengan nilai penting yang tinggi selayaknya dilindungi dan dilestarikan. Akan tetapi di sisi lain, kalangan industri seperti semen seringkali juga memiliki kepentingan untuk mengambil bahan bakunya berupa batu gamping terbaik yang nota bene berada di kawasan karst. Ketika kepentingan-kepentingan ini bertemu, tak jarang menimbulkan konflik yang berkepanjangan.


Dewasa ini karst tidak lagi hanya dipandang dari sisi fenomena bentang alam, namun lebih luas lagi, merupakan suatu kesatuan ekosistem. Sebagai sebuah ekosistem, karst menjadi sangat penting untuk dilindungi agar tetap terjaga keutuhannya dan terus memberikan manfaat bagi manusia maupun alam. Karst memiliki peran penting dalam suplai air. Karst menjadi habitat bagi flora-fauna unik. Karst menjadi rumah bagi kelelawar dan walet yang berperan penting dalam keseimbangan ekosistem. Tak jarang pula karst menyimpan informasi mengenai masa lalu, misalnya melalui situs-situs prasejarah yang ditemukan di gambar-gambar cadas dan gua-gua hunian manusia purba. Sederet nilai penting karst yang susah untuk ditukar dengan kepentingan yang tidak mengedepankan aspek keberkelanjutan.

Saking luasnya karst yang kita punyai, yang berkebalikan dengan sedikitnya peneliti di karst menyebabkan informasi mengenai potensinya menjadi kurang tergali. Inilah masalah yang perlu dipecahkan pertama kali. Mendata seluruh potensi di dalam kawasan karst termasuk lingkungan di sekitarnya yang masuk dalam sebuah kesatuan ekosistem. Data-data mengenai potensi suatu kawasan sangat vital untuk menentukan arah kebijakan pengelolaannya. Pendataan semacan ini akan sulit jika mengandalkan institusi penelitian mengingat segala keterbatasan. Yang bisa dilakukan adalah melakukan pendataan partisipatif yang melibatkan para pegiat, atau bahkan masyarakat. Kesadaran akan pentingnya karst selanjutnya menjadi dasar dalam membangkitkan peran masyarakat.

No comments:

Post a Comment