2/23/2016

Kupu-kupu Menoreh: potensi yang masih terabaikan



Serangga adalah kelompok makhluk hidup yang mendominasi muka bumi. Jumlah jenisnya diperkirakan mencapai setengah bagian dari total makhluk hidup di bumi. Kelompok ini mampu hidup di hampir semua lingkungan yang ada, baik perairan, daratan, hingga lingkungan di bawah permukaan tanah. Ilmu yang mempelajari serangga disebut entomologi, masih kurang popular di kalangan masyarakat. Sedangkan di sisi lain, ilmu ini seharusnya mendapat perhatian mengingat besarnya potensi serangga di bumi. Serangga memegang peran penting dalam ekosistem. Dalam konteks kepentingan manusia, serangga telah banyak memberikan manfaat, misalnya menghasilkan sutera, sebagai sumber protein, maupun peran ekologis dalam pertanian. Hanya sebagian kecil serangga diketahui merugikan, seperti sedikit jenis nyamuk yang menjadi vektor penyakit. Serangga-serangga hama, meskipun merugikan, kemunculannya merupakan dampak dari ekosistem yang kurang sehat.

Kupu-kupu dan ngengat termasuk kelompok serangga dalam Bangsa Lepidoptera. Ciri-ciri kupu-kupu dan ngengat adalah dua pasang sayapnya yang memiliki sisik-sisik. Lepidoptera mengalami metamorfosis sempurna, yaitu melalui fase telur-larva-pupa/kepompong-dewasa. Kupu-kupu dan ngengat dapat dibedakan dari ciri-ciri fisik dan waktu aktifnya. Kupu-kupu hinggap dengan sayap melipat ke atas, warna cenderung cerah, antena tidak menyerupai sisir, dan aktif pada siang hari. Sedangkan ngengat hinggap dengan sayap tidak melipat, warna cenderung gelap atau kusam, antenna berbentuk sisir (memiliki rambut-rambut halus), dan cenderung aktif pada malam hari. Kupu-kupu disukai karena kecantikannya. Beberapa orang mengumpulkan spesimennya untuk koleksi. Sedangkan ngengat, meskipun jumlah jenisnya diperkirakan lebih banyak, namun masih kurang diperhatikan. 


Kawasan Pegunungan Menoreh merupakan salah satu hot spot keanekaragaman hayati di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan didukung kondisi alam yang baik, kawasan ini menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna. Sebagian kelompok flora-fauna sudah terdata, sementara kelompok lainnya masih belum terkuak kekayaan jenisnya. Burung merupakan kelompok yang paling baik dalam hal ketersediaan data. Setidaknya ada lebih dari 80 jenis burung yang tercatat, itupun hanya dari sebagian kecil kawasan Menoreh. Pendataan mengenai serangga terutama kupu-kupu pernah dilakukan Matalabiogama (2007), dan belum dilakukan pembaharuan data. Sementara pendataan jenis-jenis capung  pernah dilakukan Sungkono (2015) yang menemukan lebih dari 15 jenis capung dari satu lokasi pengamatan. Jumlah yang menjanjikan lebih banyak catatan jenis bagi pendataan-pendataan lanjutan.

Sebanyak 35 jenis kupu-kupu terangkum dalam catatan pendataan Matalabiogama (2007). Data ini masih merupakan informasi awal, dan masih memungkinkan adanya catatan mengenai keberadaan jenis-jenis lainnya. Dua jenis kupu-kupu yang dijumpai di kawasan Menoreh, masing-masing Troides amphrysus dan T. helena, adalah jenis-jenis dilindungi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1999. Jenis-jenis ini juga tercatat dalam Appendix II Cites, yang berarti bisa terancam punah jika terus diperdagangkan tanpa penangkaran. Jenis-jenis kupu-kupu yang sering dijumpai di Menoreh terdiri dari Suku Papilionidae yang diwakili antara lain: Graphium spp., Papilio helenus, Papilio memnon, dan Troides spp. Suku Nymphalidae antara lain: Danaus sp., Hypolimnas bolina, dan Neptis spp. Suku Lycaenidae diwakili Jamides spp, dan Suku Pieridae yang antara lain diwakili oleh Catopsilia pomona, Eurema spp., dan Leptosia nina.

Pada fase larva/ulat terkadang serangga ini dianggap sebagai hama. Ulat memakan dedaunan dan bagian tanaman yang masih muda seperti pada bagian pucuknya.  Setiap jenis kupu-kupu memiliki tanaman inang (host plant) sendiri-sendiri, misalnya Papilio memnon yang menyukai tanaman jeruk (Rutaceae), Graphium agamemnon yang menyukai sirsat (Annonaceae), dan Troides spp. yang inangnya spesifik pada sirih hutan (Aristolochiaceae). Dalam kondisi ekosistem yang seimbang, ulat tidak menyebabkan kerusakan yang berarti bagi pertanian/perkebunan. Keseimbangan lingkungan yang dimaksud misalnya dengan keberadaan predator seperti burung pemakan serangga yang mengontrol populasi ulat. Makanan utama (food plant) kupu-kupu dewasa adalah nektar dari berbagai jenis bunga. Kupu-kupu dewasa memiliki peran penting dalam membantu proses penyerbukan berbagai jenis tanaman. 

Potensi kupu-kupu di Menoreh antara lain sebagai daya tarik wisata. Pengembangan taman kupu-kupu di Bantimurung, Sulawesi Selatan, adalah salah satu bukti keberhasilan mengangkat kupu sebagai daya tarik destinasi wisata. Jika menilik peran penting kupu-kupu dan potensi besarnya di masa yang akan datang, maka keberadaannya di Kawasan Menoreh perlu untuk diberi perhatian khusus. Yang paling mudah dilakukan adalah dengan menjaga kondisi lingkungan tetap sehat terutama berkaitan dengan keberadaan tanaman inang (host plant) dan dan tanaman pakan (food plant) sebagai pendukung utama keberadaan kupu-kupu.  Pengayaan jenis tumbuhan pakan mungkin juga perlu dipertimbangkan untuk dilakukan pada level kawasan. Selanjutnya, kajian mengenai kupu-kupu di Menoreh perlu digalakkan; sehingga bukan tidak mungkin kawasan ini akan menjadi kerajaan kupu-kupu seperti Bantimurung, setidaknya untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Keterangan foto: 1. Troides amphrysus dari Menoreh, jantan; 2.  Bunga pagoda yang disukai kupu-kupu; 3. Larva Graphium agamemnon pada daun sirsak.

Penulis:
Sidiq Harjanto
Pemerhati keanekaragaman hayati Pegunungan Menoreh
Komunitas Peduli Menoreh

No comments:

Post a Comment