3/20/2016

Peringatan hari air sedunia di Desa Jatimulyo



Kawasan Menoreh merupakan hulu dari beberapa sungai. Salah satunya adalah sungai Serang yang hulunya berasal dari Desa Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo. Kawasan dengan fungsi vital sebagai penyedia air ini memerlukan pengelolaan yang baik, misalnya dengan menjaga kondisi vegetasinya. Menjaga kondisi vegetasi di hulu sungai ini memberi arti penting bagi masyarakat pemanfaat air di kawasan itu sendiri maupun kawasan di bawahnya. Dalam hal ini pengelolaannya tidak bisa terbatasi oleh batas-batas administratif.



Arisan Konservasi Sekretariat Bersama Paguyuban Pecinta Alam  (Sekber PPA) DIY merasa perlu melakukan aksi nyata dalam memelihara kawasan hulu sungai di Menoreh. Maka diadakanlah sebuah acara penanaman jenis-jenis tanaman pelestari mata air di kawasan Menoreh. Lokasi yang dipilih kali ini adalah di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Mudal dan Bangki di Dusun Gunung Kelir, Desa Jatimulyo. Lokasi ini merupakan kompleks mata air yang menyuplai kebutuhan air baku bagi wilayah di bawahnya.

3/01/2016

Mimpi besar merintis laboratorium alam Menoreh: studi kasus Desa Jatimulyo



Pegunungan (atau biasa disebut perbukitan) Menoreh menyimpan potensi besar dalam berbagai aspek. Kawasan ini biasa dikiaskan sebagai benteng sebelah barat wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, karena berupa pegunungan yang memanjang, membujur dari selatan ke utara, sekaligus menjadi batas alam dengan Provinsi Jawa Tengah. Jauh sebelum Pulau Jawa terbentuk seperti sekarang, kawasan ini merupakan gunung api di bawah laut, ditandai dengan tipe batuan vulkanik dan bekas-bekas intrusi magma. Bukti lain yang mendukung fakta bahwa kawasan ini dulunya terendam laut adalah adanya formasi batugamping yang dikenal sebagai Formasi Jonggrangan yang menumpang di atas formasi batuan vulkanik purba tersebut. Telah diketahui bersama bahwa batugamping atau kapur dihasilkan oleh sisa binatang laut (terumbu karang).

Desa Jatimulyo adalah salah satu desa di kawasan Menoreh, berada di ujung barat Daerah Istimewa Yogyakarta, dan berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah. Desa ini berada di ketinggian 600-800 mdpl. Desa dengan jumlah penduduk kurang lebih 7 ribu jiwa ini menyimpan banyak potensi yang menunggu untuk diungkap dan selanjutnya dikelola dengan baik agar memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya.