3/27/2017

Lebah penjaga kelestarian Menoreh

Ada jasa lebah pada satu di antara tiga makanan yang kita makan sehari-hari. Itulah klaim dunia atas peran penting lebah dalam proses penyerbukan bunga berbagai tanaman pangan. Dalam mendapatkan makanan berupa nektar dan serbuk sari, lebah bersinggungan dengan butir-butir serbuk sari dan kemudian memungkinkan serbuk sari berceceran, menempel pada putik bunga, sehingga memungkinkan terjadinya penyerbukan. Lebah juga menjadi agen polinator penting bagi berbagai jenis tumbuhan hutan, sehingga secara ekologis memiliki peran vital dalam regenerasinya.

Sejak ribuan tahun, lebah dan manusia telah memiliki hubungan baik. Manusia sebagai makhluk berakal telah sejak lama mengembangkan teknik memelihara lebah. Hal ini terkait akan kepentingan untuk mendapatkan produk lebah, terutama madu. Jauh sebelum gula tebu ditemukan, madu merupakan bahan pemanis yang penting bagi peradaban manusia. Di Eropa, lebah jenis Apis mellifera merupakan jenis yang dipelihara sebagai penghasil utama madu. Lebah jenis ini didatangkan ke Indonesia pada tahun 70an. Sebelumnya masyarakat Indonesia juga telah memelihara lebah asli Indonesia, dari jenis Apis cerana dengan metode pemeliharaan yang sederhana. Jenis lebah hutan (Apis dorsata) menjadi pemasok utama madu di Indonesia karena produksi madunya yang melimpah.



Masyarakat di Menoreh, khususnya di Desa Jatimulyo, telah memiliki tradisi memelihara lebah sejak lama. Berdasarkan penuturan masyarakat, tradisi ini telah ada sejak sebelum masa kemerdekaan. Lebah yang dipelihara adalah jenis Apis cerana. Selain dipelihara dalam gelodok (kayu yang bagian dalamnya telah dibuat berongga) dan peti lebah sederhana, jenis ini banyak mendiami lubang-lubang batuan kapur. Konon sebelum dua dekade terakhir, mayoritas masyarakat merupakan pemelihara lebah. Diperkirakan ada lebih dari seribu koloni lebah pada masanya. Namun pada saat ini jumlah pemelihara lebah maupun koloni yang dipelihara sudah jauh berkurang. Koloni di alam pun diperkirakan juga mengalami pengurangan.

Untuk membangkitkan semangat untuk memelihara lebah, maka kami melakukan berbagai kegiatan pengembangan teknik budidaya dan pengayaan tanaman pakan bagi lebah. Teknik dasar yang dikembangkan adalah pembuatan desain peti lebah Apis cerana menggunakan frame maupun top bar guna memudahkan perawatan lebah maupun pemanenan produk lebah terutama madu. Standar mutu madu juga ditingkatkan dengan memanen madu dengan kualitas terbaiknya, melalui metode yang lebih higienis. Pengayaan pakan dilakukan dengan cara penanaman berbagai jenis tanaman penghasil nektar dan serbuk sari sebagai makanan lebah.

 Perawatan lebah Trigona

Selain lebah dari jenis Apis cerana, kami juga mengembangkan pemeliharaan lebah tak bersengat dari jenis Trigona spp., yang oleh masyarakat Jawa biasa disebut klanceng. Lebah ini berukuran kecil, tak lebih besar dari lalat, dan menghasilkan madu dalam jumlah yang sangat sedikit. Meskipun demikian, pemeliharaan lebah jenis ini dilakukan sebagai upaya menjaga kelestariannya. Saat ini habitat jenis lebah mungil yang biasa bersaran di dalam ruas bambu ini semakin terdesak oleh perkembangan jaman.

Lebih dari sekedar mengharapkan produk lebah seperti madu, pollen, dan propolis; namun pengembangan budidaya lebah di Menoreh memiliki arti penting dalam melestarikan fungsi ekologis lebah sebagai agensia penyerbukan berbagai tanaman. Poduksi komoditas penting dan strategis seperti kopi akan sangat terbantu dengan keberadaan lebah di sekitarnya. Dengan memelihara lebah, kita berupaya untuk berkontribusi dalam menjaga alam kita agar tetap lestari.




1 comment:


  1. Hurrah! After all I got a webpage from where I know how to really obtain helpful data concerning my study and knowledge. gmail login

    ReplyDelete