3/08/2017

Si matakecil, bidadari kegelapan dari Menoreh

Ukurannya tak lebih dari kuku jari kelingking, laba-laba kecil berwarna cokelat pucat, hanya hidup di lantai dan dinding gua-gua di kawasan karst Menoreh. Terkadang bersembunyi di balik bebatuan. Dialah si laba-laba matakecil, biota gua dengan sebaran terbatas di kawasan karst sempit di puncak Menoreh. Laba-laba dengan nama latin Amauropelma matakecil ini tercatat di empat gua saja, dan hanya dapat dijumpai di zona gelap total dengan kondisi lingkungan yang relatif stabil. Jumlahnya pun kemungkinan tidak melimpah, biasanya hanya 5-10 individu dapat dijumpai dalam satu kali pengamatan.



Laba-laba matakecil termasuk dalam kelompok troglobion, yaitu biota yang hanya hidup di dalam gua. Proses evolusi yang berlangsung jutaan tahun telah menjadikan biota troglobion sangat teradaptasi dengan lingkungan gua yang gelap total dan memiliki kelembaban sangat tinggi. Karakter khas laba-laba matakecil sebagai troglobion antara lain reduksi mata yang sangat ekstrim hingga menyisakan bintik-bintik kecil, reduksi pigmen kulit sehingga menjadikannya pucat, dan pengembangan sensor berupa rambut-rambut halus yang panjang atau biasa disebut trichobotria.

Hidup dalam lorong-lorong gua yang gelap abadi, laba-laba ini tidak membangun sarang perangkap mangsa. Benang yang dihasilkan dari organ di ujung perutnya hanya digunakan sebagai pengaman saat bergerak. Untuk mendapatkan makan, laba-laba ini menerapkan strategi 'menunggu dan menyergap' mangsa yang mendekat. Mangsa mereka adalah binatang-binatang berbuku-buku (Arthropoda) yang berukuran lebih kecil.

Seekor isopod, binatang yang diketahui menjadi salah satu mangsa bagi laba-laba matakecil.

Sampai saat ini, semua individu laba-laba matakecil yang pernah diteliti berjenis kelamin betina. Hal ini memunculkan dugaan bahwa hewan cantik ini berkembang biak secara parthenogenesis (individu muda dihasilkan dari telur yang tidak dibuahi). Laba-laba yang berusia muda warnanya lebih cerah dibandingkan individu dewasa. Individu muda biasanya dijumpai dalam jumah yang lebih banyak dibandingkan dewasanya.

Dengan kecantikan, keunikan, dan 'keendemikannya', laba-laba matakecil layak dinobatkan sebagai jenis biota khas dan icon kawasan Menoreh, atau dalam istilah konservasi kawasan disebut flagship species. Melindungi si laba-laba cantik ini hanya bisa dilakukan dengan menjaga keutuhan fungsi kawasan karst. Lingkungan gua yang stabil sebagai habitat khusus bagi matakecil membutuhkan terjaganya lingkungan di atasnya. Semoga si bidadari kegelapan ini akan tetap lestari dan menjadi pengingat bagi kita semua akan keagungan-Nya.

Tulisan dan foto oleh:
Sidiq Harjanto

No comments:

Post a Comment