5/03/2017

Secercah harapan di desa ramah burung

Dinginnya pagi tidak menghalangi perjalanan sekelompok orang berpakaian loreng memanggul benda berat nan panjang di pundak. Mereka menembus rimbunnya hutan rakyat di sebuah desa asri bernama Jatimulyo. Mereka bukan tentara, pakaian loreng yang mereka kenakan adalah pakaian khusus untuk melakukan aktivitas fotografi hidupan liar (wildlife photography). Benda berat panjang yang mereka panggul tak lain adalah tripod yang nanti berfungsi untuk menegakkan kamera-kamera mereka saat 'membidik buruan'. Mereka jauh-jauh datang dari kota ke desa ini untuk menikmati puluhan jenis burung yang hidup bebas di alamnya.