8/15/2017

Jambore Capung 2017

Pada tanggal 11-12 Agustus 2017 telah berlangsung perhelatan bertajuk ‘Jambore Capung Indonesia ke II’. Sebagai panitia pelaksana adalah Biolaska (Mahasiswa Pecinta Alam Biologi UIN Sunan Kalijaga), bekerja sama dengan Water Forum UIN Sunan Kalijaga. Kegiatan didukung oleh Indonesia Dragonfly Society, Capung Indonesia, Kopi Sulingan, Pemerintah Desa Jatimulyo, serta segenap sponsor dan media massa. Jambore kali ini diikuti kurang lebih 85 orang peserta dari berbagai daerah di Indonesia. 

Kegiatan jambore dibuka pagi hari di kampus UIN, dan selanjutnya dilanjutkan di dusun Gunungkelir, Jatimulyo. Suasana malam hari di Desa Jatimulyo menjadi momen tak terlupakan bagi segenap peserta dan panitia. Jambore Capung menjadi ajang berkumpul bagi komunitas pemerhati capung seantero Nusantara. Acara di Jatimulyo sendiri diisi dengan diskusi terkait perkembangan percapungan di Indonesia, berburu foto bersama, lomba fotografi, dan malam keakraban di antara para pemerhati dan pakar capung.


Dalam diskusi terungkap bahwa kawasan agroforest, khususnya di sekitar aliran sungai-sungai yang berada di Jatimulyo memiliki setidaknya 30 jenis capung. Wahyu Sigit, selaku presiden Indonesia Dragonfly Society (IDS) menyampaikan bahwa salah satu jenis capung di Jatimulyo, Drepanosticta gazella merupakan salah satu jenis capung yang sangat membutuhkan lingkungan yang masih baik. Dengan demikian, jenis ini bisa menjadi bioindikator lingkungan.


Seiring dengan berakhirnya kegiatan jambore pada Sabtu siang (12/7), teriring harapan dari segenap peserta dan panitia semoga kegiatan pendataan capung di Indonesia akan terus bergulir dan membuahkan manfaat bagi bangsa Indonesia. Kegiatan jambore selanjutnya akan dilaksanakan pada tahun 2019 di Banyuwangi, Jawa Timur.

No comments:

Post a Comment