2/01/2018

Caving aman di Menoreh

Menyusuri gua-gua di Menoreh memberikan pengalaman tersendiri. Tipikal gua di kawasan ini cenderung sulit ditelusuri, misalnya karena lorong-lorongnya yang sempit, tambatan (anchor) yang terbatas, dan potensi banjir yang relatif tinggi. Penulis pernah menemui lorong sempit yang lumayan panjang hingga hampir frustasi menghadapinya. Terkadang masih diperparah dengan kondisi batuannya yang tajam. Lorong semacam itu menuntut kondisi fisik yang prima dan perlengkapan yang memenuhi standar, baik helm, pakaian, sepatu, maupun logistik lainnya. Pelindung siku dan lutut akan sangat bermanfaat menghadapi lorong seperti itu.

Gua-gua vertikal di Menoreh terkenal miskin tambatan (anchor), kalaupun ada batu tembus, seringkali kekuatannya tidak layak. Mungkin karena banyaknya lumut di sekitar pintu masuk, membuat batuan menjadi rapuh. Rigging di Menoreh memerlukan perhatian ekstra. Sebaiknya menggunakan pohon untuk tambatan utamanya, itu lebih aman ketimbang memaksakan menggunakan batu yang kurang layak. Kondisi mulut gua umumnya licin karena tumbuhnya lumut. Ini juga perlu diperhatikan para penelusur gua.

Sebagian besar gua-gua di sini merupakan sungai bawah tanah. Berdasarkan pengalaman, sistem sungai bawah tanah di Menoreh masih memiki drainase yang baik. Waktu tunda (time lag) air hujan relatif lama. Meskipun demikian, sangat beresiko melakukan penelusuran pada musim penghujan. Muka air akan naik, dan pada beberapa tempat bahkan akan memenuhi lorong. Saya pernah menjumpai jejak banjir di atap lorong gua Kiskendo yang tingginya sekitar 3 meter. Naiknya muka air ini umumnya disebabkan profil lorong yang menyempit, sehingga tidak cukup mengalirkan volume air yang datang. Apa yang penulis sampaikan di atas adalah bahaya penelusuran gua dari sudut pandang anthroposentris (resiko bagi penelusur).


Satu lagi yang perlu diperhatikan adalah ancaman dari sudut pandang speleosentris (resiko terhadap gua). Misalnya ancaman terhadap ekosistem gua. Meskipun kawasan karst ini relatif sempit, namun memiliki nilai penting bagi jenis-jenis unik yang khas hipogean (bawah permukaan tanah). Yang paling spesial dari kawasan ini adalah Amauropelma matakecil, jenis laba-laba buta yang sampai saat ini hanya tercatat di 4 gua saja. Penelusuran gua yang serampangan bisa menjadi bencana bagi laba-laba matakecil dan jenis-jenis unik lainnya.

Penulis coba memberikan beberapa tips yang semoga akan membantu para penelusur:
1. Pastikan bahwa kegiatan penelusuran yang Anda rencanakan memang memiliki tujuan yang jelas dan mendapat ijin dari otoritas setempat.,
2. Hindari musim penghujan, cuaca bisa berubah dengan cepat di kawasan ini,
3. Pelajari profil lorong, jika petanya sudah tersedia,
4. Gunakan pakaian yang mudah kering dan bisa menjaga kehangatan,
5. Ektra berhati-hati dalam merencanakan pemasangan tambatan lintasan (rigging),
6. Ekstra hati-hati dalam melangkah dan beraktivitas di dalam gua, respek terhadap makhluk hidup maupun ornamen di dalam gua,
7. Take nothing but picture, leave nothing but footprint, kill nothing but time, cave softly!

Salam,
Sidiq Harjanto

No comments:

Post a Comment