8/08/2018

Agroforest Jatimulyo, sebuah warisan berharga


Jatimulyo, sebuah desa di perbukitan Menoreh, masuk wilayah administratif kec Girimulyo kab Kulon Progo. Dengan luas desa sekitar 1.600 ha, wilayahnya didominasi oleh hutan rakyat (agroforest). Tentunya bisa ditebak bahwa mata pencaharian utama masyarakat adalah petani kebun. Rata-rata kepemilikan lahan masyarakat kurang dari 1 ha. 

Agroforest tidak mak bedunduk terbentuk begitu saja. Faktanya, Jatimulyo dahulu didominasi areal pertanian, berupa sawah dan ladang sebagai lahan produksi pangan. Proses konversinya lebih dari 50 tahun. Dilihat dari proses pembentukannya, agroforest di Jatimulyo terbentuk secara tradisional. Merupakan hasil dari pengalaman panjang trial and error yang dilakukan oleh para petani. Proses konversi berjalan secara bertahap, seiring masuknya komoditas-komoditas bernilai ekonomi tinggi mulai dari vanili, cengkeh, dan komoditas-komoditas penting lainnya. Keberanian masyarakat untuk tidak lagi swasembada pangan menarik untuk dikaji. Karena nyatanya mereka tetap bertahan, berdaulat pangan, dan bahkan tidak sedikit yang kondisi perekonomian keluarganya di atas rata-rata. Agroforest di Jatimulyo seakan sebuah oase, saat konversi hutan menjadi lahan monokultur menjadi tren global; di desa ini para petani justru membangun sebuah mahakarya. Hutan.