11/11/2018

Desa Ramah Burung Tuan Rumah PPBI VIII

Pertemuan Pengamat Burung Indonesia (PPBI) ke VIII, sebagai hajatan besar tempat berkumpul dan berdiskusi bagi seluruh pengamat dan pemerhati burung se-Indonesia, terasa sangat istimewa di tahun ini. Acara rutin tahunan ini, untuk pertama kalinya digelar sinergis bersama dengan masyarakat di sekitar kawasan hutan. Adalah desa Jatimulyo yang mendapat kehormatan menjadi lokasi kegiatan ini, tepatnya di pedukuhan Gunungkelir. Acara yang digelar pada tanggal 2-4 November ini diikuti oleh kurang lebih 150 orang pengamat burung dari seluruh Indonesia. Paguyuban Pengamat Burung Jogja (PPBJ) menjadi panitia pelaksana PPBI tahun ini.

Tema besar yang diusung PPBI VIII ini adalah Aviturisme. Acara diawali dengan seminar di kampus Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga pada Jumat pagi. Seminar dan diskusi ini berlangsung dengan seru karena menghadirkan para praktisi aviturisme yang telah lama malang melintang di dunia wisata perburungan. Mereka antara lain Shita Prativi dan Politarius atau Bang Poli. Sorenya dengan menggunakan kendaraan truk militer, para peserta bergerak menuju desa Jatimulyo. Di desa yang berada di Pegunungan Menoreh ini, para peserta akan menikmati kekayaan jenis burung yang menghuni kawasan hutan rakyat, sekaligus berbagi cerita dengan masyarakat desa.

Desa Jatimulyo terpilih menjadi lokasi kegiatan lapangan PPBI VIII karena desa ini telah menjadi percontohan dalam upaya perlindungan dan pelestarian burung. Salah satu aksi nyata desa ini adalah dengan terbitnya Peraturan Desa No 08 Tahun 2014 Tentang Pelestarian Lingkungan Hidup. Dalam perdes tersebut tercantum pasal yang menjamin kelestarian burung-burung di wilayah desa Jatimulyo. Tak heran jika kini setidaknya 95 jenis burung dapat dijumpai di desa ini.

Kesadaran masyarakat Jatimulyo akan pentingnya kelestarian burung dibuktikan dengan berdirinya Masyarakat Pemerhati Burung Jatimulyo (MPBJ), komunitas pelestari alam yang sebagian besar anggotanya merupakan mantan pemburu burung. Dengan menggulirkan slogan Jatimulyo 'Desa Ramah Burung', komunitas ini ingin mengangkat Jatimulyo sebagai salah satu destinasi aviturisme di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kehadiran PPBI VIII di Jatimulyo disambut hangat oleh masyarakat. Sujoko, salah seorang tokoh masyarakat di Gunungkelir mengungkapkan rasa bahagianya dapat berpartisipasi dalam gelaran nasional ini. Beliau berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi ajang mempromosikan wilayah desanya yang kaya akan potensi wisata. Sejalan dengan Sujoko, Kelik Suparno sebagai ketua MPBJ berharap bahwa kedepan masyarakat Jatimulyo dapat memanfaatkan potensi burung, tanpa memburu dan menangkap.


Tanggapan positif juga disampaikan oleh para peserta PPBI VIII. Menurut mereka, Jatimulyo dengan upaya pelestarian burungnya selayaknya dapat diikuti oleh desa-desa lain di Indonesia. Beberapa di antara mereka berjanji untuk kembali mengunjungi desa ini di lain waktu, guna mengapresiasi kekayaan jenis burungnya. Kegiatan PPBI VIII ditutup dengan kegiatan penanaman aneka bibit pohon untuk mendukung keberadaan burung, sekaligus sebagai penjaga banyak mata air di desa ini. Salam lestari!

*Dok: Kopi Sulingan & MPBJ

No comments:

Post a Comment