12/03/2018

Pembentukan KTH Wanapaksi di Gunungkelir

Hutan memberikan manfaat yang besar bagi kesejahteraan masyarakat, terutama mereka yang tinggal di sekitarnya. Hasil hutan dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu hasil hutan kayu, hasil hutan bukan kayu dan jasa lingkungan. Tak terhitung jumlah jenis kayu hutan yang dimanfaatkan manusia untuk berbagai kebutuhan. Di lain sisi, hasil hutan bukan kayu (HHBK) misalnya bambu, gula aren, madu, dan minyak atsiri; masing-masing memiliki nilai ekonomi yang dapat menjadi tumpuan kehidupan masyarakat sekitar hutan. Air bersih yang disimpan oleh perakaran pepohonan, berbagai jenis satwa liar, dan suplai udara segar menjadi contoh nyata jasa lingkungan yang diberikan oleh kawasan hutan.

Desa Jatimulyo yang terletak di lereng Pegunungan Menoreh memiliki kawasan hutan rakyat yang kualitasnya sangat baik. Hutan rakyat, atau biasa disebut sebagai agroforest, di desa ini terbentuk melalui proses panjang berupa trial and error oleh masyarakat petani. Kawasan yang dahulu didominasi oleh kawasan persawahan dan perladangan; dalam kurun waktu 40 tahun berubah menjadi hutan rakyat dengan ratusan jenis tumbuhan, baik tanaman budidaya maupun tanaman liar. Tercatat 120 jenis pohon yang termasuk kelompok tanaman hutan. Belum lagi jenis-jenis perdu, herba, dan aneka tanaman budidaya yang sengaja ditanam oleh para petani. Hutan rakyat di Jatimulyo mendukung kehidupan setidaknya 95 jenis burung liar. Desa yang secara administratif terletak di Kec Girimulyo, Kab Kulonprogo ini menjadi salah satu tujuan wisata pengamat burung liar (birdwatching).

Kesadaran akan nilai penting kawasan hutan rakyat di wilayah Desa Jatimulyo mendorong sekelompok masyarakat dari Dusun Gunungkelir untuk melakukan upaya pelestarian. Langkah nyata yang diambil yaitu membentuk Kelompok Tani Hutan (KTH) sebagai wadah untuk berdiskusi dan berkarya dalam bidang kehutanan. KTH yang diberi nama ‘Wanapaksi’ ini diharapkan akan menjadi motor penggerak upaya konservasi kawasan hutan rakyat di Jatimulyo. Kelompok yang beranggotakan sekitar 30 orang petani hutan ini telah dikukuhkan pada tanggal 2 Desember 2018. Peresmian ini dilakukan di Omah Kopi Sulingan, dan dihadiri oleh segenap tamu undangan dari unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan beberapa lembaga nonpemerintah. Ditandai doa bersama dan pemotongan tumpeng, KTH Wanapaksi resmi berdiri.


Sujoko, yang dikukuhkan menjadi ketua KTH Wanapaksi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa berdirinya kelompok yang kini dinahkodainya berawal dari usulan beberapa tokoh pemuda yang melihat perlu dibuatnya kelembagaan dalam upaya-upaya pemanfaatan dan pelestarian hutan. Berbagai upaya produktif dalam rangka pemanfaatan sumber daya hutan telah dilakukan, seperti pengembangan budidaya lebah, produksi kopi, dan aneka kerajinan. Inisiatif konservasi juga telah muncul, seperti kegiatan konservasi burung melalui program adopsi sarang burung dan pengamanan hutan dari pemburu. Berbagai upaya yang telah dilakukan oleh masyarakat membutuhkan wadah agar dampaknya bisa lebih dirasakan. Kelompok Tani Hutan dipilih sebagai bentuk kelembagaan yang ideal untuk tujuan tersebut.

Konservasi burung dan kegiatan-kegiatan produktif berbasis kehutanan akan menjadi fokus kegiatan KTH Wanapaksi. Hal ini disampaikan Sujarwo dalam pemaparan visi misi kelompok. Salah satu tokoh pemuda yang didapuk menjadi wakil ketua ini menyampaikan bahwa KTH Wanapaksi siap menjadi garda terdepan dalam upaya pelestarian burung melalui kegiatan pengamanan hutan dan pengembangan aviturisme (wisata pengamatan burung). Kelompok yang juga akan memprioritaskan pemberdayaan perempuan ini siap bersinergi dengan kelompok-kelompok masyarakat lainnya seperti kelompok wisata, kelompok pemuda, maupun berbagai pihak luar yang memiliki visi misi yang sejalan.

Pemerintah Desa Jatimulyo menyambut baik berdirinya KTH Wanapaksi. Dalam sambutan kepala desa yang diwakili oleh Kabag Pembangunan Desa Jatimulyo, Edi Budiyanto Putro, disampaikan bahwa pemerintah desa siap mendukung dan mendampingi upaya-upaya yang akan dilakukan kelompok dalam membangun kehutanan. Edi juga menekankan bahwa Wanapaksi diharapkan akan berkembang menjadi kelompok masyarakat yang solid dan akan memiliki kontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

No comments:

Post a Comment