Wisata


Kawasan Pegunungan  Menoreh adalah salah satu kawasan eksotis sebagai tujuan wisata.  Berikut ini adalah beberapa alternatif wisata minat khusus yang bisa dilakukan di Menoreh.

Segitiga Wisata Jatimulyo
Desa kami membuat sebuah segitiga potensi kepariwisataan yang yang terdiri dari tiga komponen meliputi: fenomena alam, keunikan alam, dan budaya.

1. Fenomena Alam
Fenomena alam yang dapat diamati di Desa Jatimulyo adalah bentang alam karst yang terbentuk pada batu gamping Formasi Jonggrangan berumur miosen. Karst di Menoreh ini merupakan salah satu kawasan yang tertinggi di Pulau Jawa, sampai pada ketinggian di atas 800 mdpl. Karst di Menoreh ini juga merupakan kawasan penting dalam penyediaan air bagi Kab. Kulon Progo. Salah satu icon fenomena alam karst di Jatimulyo adalah Gua Kiskendo. Dengan panjang total lebih dari 2 kilometer, Gua Kiskendo adalah sistem lorong bawah tanah terpanjang di Menoreh. Gua ini memiliki sistem sungai bawah tanah terbesar dan cukup rumit. Ornamen gua di dalam gua juga beragam mulai dari stalaktit, stalakmit, helektit, gourdams, drapperies, dll. Gua Kiskendo juga merupakan satu di antara 9 (sembilan) situs warisan geologi (geoheritage) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Di dalam gua ini terdapat kontak dua formasi batuan, yaitu batuan gamping (karbonat) yang menumpang di atas batuan gunung api purba Menoreh.




Gua Kiskendo merupakan salah satu destinasi wisata Kulon Progo yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti parkir yang luas, joglo serba guna, bumi perkemahan, gardu pandang, mushola, fasilitas bermain anak, dan toilet.

Desa Jatimulyo juga merupakan destinasi wisata alam dengan beberapa objek wisata air terjun seperti Kedungpedut, Kembangsoka, Taman Sungai Mudal, Grojogan Sewu, dan Sitawing. Untuk menikmati panorama dari atas ketinggian, pengunjung juga bisa mengunjungi wisata alam Puncak Gunung Lanang.



2. Keunikan Alam
Keunikan alam yang dapat diamati di Desa Jatimulyo adalah keanekaragaman hayati yang tinggi, dan bisa disebut sebagai salah satu hotspot of biodiversity di Daerah Istimewa Yogyakarta. Lebih dari 80 jenis burung hidup di wilayah desa kami, beberapa di antaranya adalah jenis-jenis yang memiliki sebaran terbatas. Dua jenis kupu-kupu dilindungi, masing-masing Troides amphrysus dan T. helena juga tercatat mendiami kawasan desa. Flora-fauna di Jatimulyo mendiami hutan rakyat yang menjadi tumpuan hidup mayoritas masyarakat kami. Komoditas unggulan kami meliputi kopi, gula kelapa, aren, rempah-rempah, empon-empon, dan buah-buahan lokal seperti kepel dan manggis. Di desa kami mayoritas masyarakat merupakan petani gula, baik gula cetak maupun gula kristal (gula semut). Dengan berbagai inovasi yang dilakukan, gula semut dari Jatimulyo merupakan komoditas dengan standar kualitas eksport yang ketat.


3. Budaya
Desa Jatimulyo adalah salah satu desa budaya terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta. Predikat ini disematkan karena budaya masyarakatnya yang unik dan beragam. Budaya khas tercermin dari aneka upacara adat dan keseniannya. Upacara adat yang masih dilestarikan sampai saat ini antara lain upacara adat Bubak Kawah, Gumbregi, dan Merti Dusun. Berbagai kelompok seni juga tumbuh subur di desa kami, meliputi kesenian jathilan, kethoprak, gejog lesung, dll. Salah satu icon budaya kami adalah pentas tari kolosal Sugriwa-Subali yang digelar di Kompleks Gua Kiskendo. Selain itu, kami juga menawarkan berbagai kuliner khas seperti sengek gebleg, gembel, dawet sambel, nasi urap, nasi tiplek, dll.





==============================================================


Informasi lebih lanjut bisa menghubungi:
SMS/WA 0853 2768 5699 (Suisno)
Email: dwjatimulyo@gmail.com
Sekretariat: Sokomoyo RT 07/RW 02, Desa Jatimulyo, Kec Girimulyo


Akses menuju Desa Wisata Jatimulyo:
Dari Yogyakarta: jarak kurang lebih 40 km, ke arah barat, lewat Godean-Nanggulan-Jatimulyo
Dari Kota Magelang: jarak kurang lebih 40 km, ke arah selatan, lewat Kalibawang-Nanggulan-Jatimulyo
Dari Kota Purworejo: jarak kurang lebih 20 km, ke arah timur, lewat Kaligesing-Pendem-Jatimulyo
Dari Kota Wates: jarak kurang lebih 15 km, ke arah barat laut, lewat Clereng (Pengasih)-Jatimulyo.