Troglofauna

Troglofauna adalah kekayaan biota yang hidup di dalam gua. Kami telah mengumpulkan data mengenai kekayaan fauna gua yang hidup di gua-gua kawasan Menoreh. Eksplorasi fauna gua di Kawasan Menoreh mulai gencar dilakukan sejak dekade terakhir. Eksplorasi ini masih berupa pendataan jenis dan sedikit gambaran mengenai sebarannya. Kendala taksonomis merupakan tantangan bagi para peneliti kehidupan gua. Bagaimanapun hingga saat ini kebanyakan dari fauna gua Menoreh masih berstatus unidentified (belum teridentifikasi), atau undescribed (belum terdeskripsi).


















Para mahasiswa yang melakukan penelitian di salah satu gua di Menoreh. Gua-gua alam yang banyak terdapat di kawasan karst kecil ini menjadi laboratorium alam yang menarik untuk dikaji.


Berikut adalah gambaran kekayaan fauna gua yang telah didokumentasikan.















Siput (Mollusca) yang sering dijumpai di beberapa gua. Berada di zona gelap total. (Foto oleh Akhmad Zona)















Isopoda permukaan tanah (Suku Philosciidae), jenis ini umum dijumpai. Menunjukkan karakter troglomorfik yang kuat, jenis ini tidak bermata dan mengalami reduksi pigmen. (Foto oleh Akhmad Zona)
















Kaki seribu dari Suku Cambalopsidae (?) banyak hidup pada tumpukan guano (kotoran kelalawar). Jenis ini diketahui menjadi salah satu mangsa bagi laba-laba troglobion A. matakecil.






Kepik dari Marga Bagauda (Suku Reduviidae) tercatat di beberapa gua. Jenis ini diduga merupakan jenis predator. Ciri khasnya adalah tungkai-tungkai yang dipenuhi rambut-rambut lebat.

















Jangkrik gua Marga Diestrammena (Suku Rhaphidophoridae) ini memiliki kecenderungan hidup di sekitar mulut gua dan jarang dijumpai di lorong-lorong dalam. Ciri khasnya adalah pola warna tubuh bercak-bercak.
















Jangkrik gua Marga Rhaphidophora (Suku Rhaphidophoridae) ini merupakan jenis yang umum menghuni gua. Kadang dijumpai juga di habitat luar, aktif pada malam hari.

















Acari dari Suku Trombidiidae, tercatat di satu gua. (Foto oleh Akhmad Zona)



Opiliones (laba-laba pemanen) merupakan hewan yang kurang dikenal. Masih berkerabat dengan laba-laba dan arachnid lainnya, satu jenis laba-laba pemanen tercatat hidup di gua-gua kawasan Menoreh.(Foto oleh Akhmad Zona).

 
Kalacemeti dari jenis Stygophrynus dammermani ini adalah jenis yang cukup dikenal dan relatif mudah dijumpai baik di dalam gua maupun di habitat lain yang menyerupai gua, seperti celah batuan dan lubang-lubang tanah.

 
Laba-laba matakecil (Amauropelma matakecil Miller & Rahmadi 2012). Jenis laba-laba troglobion dari Menoreh yang telah dideskripsi, dan saat ini menjadi jenis paling menarik dari kawasan ini.

Laba-laba dari Suku Sparassidae ini diduga merupakan Marga Heteropoda. Merupakan jenis yang lazim ditemui dan merupakan laba-laba yang berukuran terbesar yang menghuni gua-gua kawasan Menoreh.

















Tokek dari Marga Cyrtodactylus seringkali dijumpai hidup di celah-celah bebatuan di sekitar pintu masuk gua.

Masih banyak yang belum terdokumentasi dengan baik.

Di luar jenis-jenis yang telah terdokumentasi dengan relatif baik, masih ada puluhan jenis lainnya yang belum terdokumentasi. Beberapa jenis ekor pegas (Collembola) tercatat dari gua-gua Menoreh. Beberapa di antara menunjukkan karakter troglomorfik yang kuat. Lebih dari 10 jenis kelelawar juga tercatat dan belum terdokumentasi dengan baik.