Komoditas

Kawasan Karst Menoreh dikaruniai tanah yang subur, menghasilkan berbagai komoditas pertanian dan perkebunan. Produk yang dihasilkan kawasan ini meliputi kayu keras, cengkeh, kopi, cokelat, gula (palm sugar), madu, dll. Beberapa produk kini sedang dikembangkan sebagai produk unggulan kawasan karena dipandang ramah lingkungan dan menjadi pendukung kegiatan konservasi Menoreh. Produk-produk tersebut meliputi;

1. Kopi bawah naungan (shade grown). Menoreh merupakan salah satu penghasil kopi robusta dan arabica yang memiliki cita rasa unggul. Kopi di bawah naungan diyakini bersahabat dengan populasi burung  di kawasan ini (bird friendly). Pohon-pohon peneduh menyediakan kanopi strata atas sebagai habitat burung-burung yang menyukai strata atas. Kopi mengisi strata tengah hingga bawah, menjadi habitat ideal bagi burung-burung semak. Dimotori Yayasan Kutilang Indonesia, masyarakat kini didorong untuk menghasilkan kopi dengan kualitas yang baik (fine robusta & specialty arabica).

2. Gula aren. Pohon aren telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat, antara lain untuk disadap niranya dan dijadikan gula, diambil kolang-kalingnya, maupun diambil bagian ijuk dan daunnya. Pohon aren juga sangat baik bagi ekosistem terutama dalam menyimpan cadangan air, dan mencegah longsor. Beberapa jenis burung juga memiliki keterkaitan dengan keberadaan aren. Sayangnya minat mengelola aren kian turun dari generasi-ke generasi, dan memilih menjual batang-batang pohon arennya. Produk gula aren kini dikembangkan dengan melakukan berbagai inovasi untuk membangkitkan kembali bisnis aren sebagai komoditas unggulan kawasan.

3. Madu. Produk madu lebah dari jenis Apis cerana (lebah lokal) dan Trigona laeviceps (lebah klanceng) juga sedang dikembangkan sebagai produk unggulan kawasan. Lebah telah banyak diketahui membantu penyerbukan berbagai jenis tanaman. Kawasan Menoreh sejak lama cocok dikembangkan sebagai sentra budidaya lebah.