Budaya

Masyarakat di Kawasan Menoreh memiliki kearifan lokal yang sudah semestinya dilestarikan. Kearifan lokal ini diwujudkan dengan upacara-upacara adat yang menunjukkan kedekatan masyarakat terhadap alam. Upacara merti dusun dilaksanakan di setiap dusun, dan memiliki kekhasan masing-masing. Umumnya upacara-upacara ini mengikuti bulan jawa. Upaca merti dusun Saparan yang ada di dusun Sokomoyo dilaksanakan setiap bulan Sapar. Upacara adat ini memuat pesan moral yang mendalam mengenai rasa terima kasih terhadap Tuhan yang menganugerahi alam beserta hasil bumi yang melimpah, serta doa akan kelestarian bumi untuk masa yang akan datang.


















Sebagian besar mata pencaharian masyarakat Menoreh adalah petani dan pekebun, sehingga memiliki kedekatan dengan alam. Para petani gula aren memberi penghargaan yang tinggi terhadap luwak, karena luwak merupakan agen pemencar biji tanaman aren. Ini menjadi contoh kecil bagaimana masyarakat telah memiliki pengetahuan yang mendalam tentang ekosistem. Ilmu semacam ini diturunkan secara turun temurun dan masih cukup mengakar kuat dalam tradisi masyarakat Menoreh.