Flora Fauna

Laba-laba Platythomisus octomaculatus (Foto oleh Kelik Suparno)


Inventarisasi kekayaan hayati berupa flora-fauna telah dilakukan sejak beberapa waktu belakangan. Organisasi pecinta alam seperti Matalabiogama Fakultas Biologi UGM, maupun lembaga mahasiswa lainnya telah banyak berkontribusi dalam mengungkap kekayaan hayati kawasan Menoreh. Dari belasan eksplorasi yang telah dilakukan, bisa disimpulkan bahwa kawasan karst di Menoreh memiliki kekayaan flora-fauna yang tinggi dan bisa diklaim sebagai salah satu hot spot keanekaragaman hayati di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Burung pijantung gunung (Foto oleh Kelik Suparno)

Kekayaan tersebut antara lain avifauna (burung) yang cukup besar. Lebih dari 90 jenis burung tercatat di kawasan ini, dan sebagain di antaranya merupakan jenis-jenis burung yang tidak tercatat di kawasan lain di Yogyakarta. Upaya pemerintah Desa Jatimulyo bersama-sama dengan masyarakat menerbitkan produk hukum berupa Perdes Perlindungan Lingkungan Hidup yang salah satu kebijakannya adalah melarang aktivitas perburuan, patut diapresiasi dan didukung bersama-sama. Paguyuban Pengamat Burung Yogyakarta (PPBJ) di bawah binaan Yayasan Kutilang telah rutin mengadakan inventarisasi dan pemantaun jenis-jenis burung di kawasan ini, dan telah memberikan kontribusi signifikan bagi kelestarian jenis-jenis burung melalui edukasi kepada masyarakat.

 Burung munguk beledu (Foto oleh Kelik Suparno)

Jenis-jenis serangga juga memiliki keanekaragaman yang tinggi, beberapa di antaranya adalah jenis-jenis eksotis dan dilindungi. Setidaknya 35 jenis kupu-kupu tercatat dari kawasan ini. Dua jenis kupu-kupu Troides dapat dijumpai di kawasan ini. Kedua jenis kupu-kupu ini adalah jenis yang dilindungi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1999 dan masuk Appendix II CITES.


AwetanTroides amphrysus yang dikoleksi untuk spesimen referensi (Foto oleh Matalabiogama).

Untuk kekayaan tetumbuhan, salah satu temuan menarik di Menoreh adalah anggrek dari jenis Coelogyne speciosa. Anggrek ini beserta belasan jenis lainnya tumbuh di hutan dan area agroforest, dan didukung dengan kondisi lingkungan cukup baik. Di Jatimulyo juga masih bisa dijumpai pohon-pohon tua seperti gondang, plupu kethek, beringin, dll. Pepohonan berumur ratusan tahun tersebut telah berhasil dijaga oleh masyarakat Jatimulyo yang memiliki kearifan lokal yang baik.